Padahal, menurut dia, jumlah penduduk dan potensi ekonomi Desa Aik Rayak cukup besar untuk menggerakkan usaha milik desa.
“BUMDes kita tidak jalan sama sekali. Itu harusnya Desa Aik Rayak punya potensi,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan BUMDes bisa dimulai dari kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
Salah satunya dengan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan berbagai kebutuhan sembako lainnya.
“Untuk menggerakkan saja di tiga item cukup. Ada beras, ada minyak, ada gula. Sembilan bahan pokok. Sudah bergerak,” kata Maswandi.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut bisa menjadi awal untuk menggerakkan roda perekonomian desa.
Berbekal pengalaman sebagai mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung, Maswandi mengaku memahami bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan seorang diri.
Diperlukan komunikasi, kolaborasi dan keberanian untuk menggerakkan berbagai potensi yang telah dimiliki Desa Aik Rayak.
Kini, gagasan tersebut ia tawarkan kepada masyarakat.
Nomor urut 4 menjadi simbol yang ia bawa bersama harapan delapan tahun ke depan.
Bagi Maswandi, pencalonannya sebagai Kepala Desa Aik Rayak bukan sekadar soal perebutan kursi kepala desa.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai panggilan hati untuk melihat kampung halaman bergerak, tumbuh dan memiliki masa depan yang lebih baik.
(BilitonNews.co/Gumay)

Komentar