Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan yang memiliki bidang perikanan di Belitung seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan budidaya yang melibatkan masyarakat.
“Kita ada sekolah bidang perikanan. Kenapa tidak ada budidaya? Bibit lele kita harus mengirim ke Bangka,” katanya.
“Semua apa pun dikirim ke Bangka. Sementara kita ada sekolah perikanan. Kenapa tidak pernah ada budidaya? Kenapa tidak pernah dibudidayakan?” sambungnya.

Maswandi ingin potensi tersebut tidak berhenti hanya di lingkungan pendidikan. Ia berharap kegiatan budidaya dapat dikembangkan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat.
Selain sektor perikanan, persoalan anak putus sekolah juga menjadi perhatian Maswandi.
Ia menilai anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan tetap harus mendapatkan bekal berupa keterampilan agar memiliki kesempatan untuk mandiri dan produktif.
“Anak putus sekolah tinggi. Sekarang mau diapakan mereka hanya dengan latar belakang itu? Artinya mereka tetap harus kita bekali dengan ilmu, keterampilan-keterampilan,” katanya.
Pemberdayaan perempuan dan masyarakat juga masuk dalam gagasan yang ingin ia dorong jika mendapat amanah memimpin Desa Aik Rayak.
Menurut Maswandi, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.
Peningkatan sumber daya manusia serta kemampuan masyarakat dalam menciptakan kegiatan ekonomi juga harus menjadi perhatian pemerintah desa.
Di sisi lain, Maswandi menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilainya belum berjalan optimal.

Komentar