Bagi Maswandi, Aik Rayak memiliki sejumlah potensi yang bisa dikembangkan jika pemerintah desa mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah.
“Kalau hanya untuk urusan administratif itu bagus, tetapi kemajuan kampung halaman kita tidak ada,” katanya.
Maswandi melihat salah satu modal besar Aik Rayak adalah keberadaan sejumlah pejabat daerah dan tokoh pemerintahan yang berdomisili di wilayah tersebut.
Ia mempertanyakan mengapa potensi komunikasi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu mendorong pembangunan desa.
“Di kampung kita banyak pejabat-pejabat daerah yang berdomisili. Kita anggota dewannya ada lima, ada Bappeda, bagian keuangan, camat dan segala macam. Kenapa tidak bisa mereka membangun desa kita? Apa yang jadi salah?” ujarnya.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah yang belum berjalan secara optimal.
“Artinya kan kurangnya koordinasi. Sesama pejabat desa dengan pemerintah daerah kita tidak jalan,” kata Maswandi.
Apabila terpilih, ia berkomitmen memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak yang dinilai dapat membantu mempercepat pembangunan Desa Aik Rayak.
“Kita harus bergerak secepatnya. Kita tetap harus komunikasi dengan pejabat-pejabat itu,” ujarnya.
Selain persoalan koordinasi, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu perhatian Maswandi.
Ia melihat sektor perikanan sebagai salah satu potensi yang masih bisa dikembangkan di Aik Rayak.

Komentar