News
Home ยป Berita ยป Hujan Abu Vulkanik, Jangan Asal Berkendara! Ini yang Perlu Diperhatikan Pengendara

Hujan Abu Vulkanik, Jangan Asal Berkendara! Ini yang Perlu Diperhatikan Pengendara

Pengendara melintas saat hujan abu vulkanik. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri jika jarak pandang terbatas. (Istimewa)

BILITONNEWS.CO – Hujan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko bagi pengendara. Abu yang menempel di kendaraan maupun permukaan jalan bisa mengganggu jarak pandang dan membuat jalan lebih licin, terutama saat bercampur dengan air.

Jika perjalanan tidak mendesak, pengendara disarankan menundanya hingga kondisi kembali aman. Namun, bagi yang harus tetap bepergian, kewaspadaan dan perlengkapan keselamatan perlu menjadi perhatian utama.

Sebelum berangkat, gunakan helm dengan visor tertutup, masker yang mampu menyaring partikel halus, serta kacamata tambahan untuk melindungi mata dari paparan abu.

Kondisi kendaraan juga harus diperiksa, mulai dari ban, rem, lampu, spion, mesin hingga komponen penyaring udara. Pengendara juga disarankan memantau informasi resmi terkait aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, dan kemungkinan penutupan jalan.

Saat berkendara, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman. Hindari manuver maupun pengereman mendadak karena abu vulkanik dapat mengurangi daya cengkeram ban.

DJ Katty Butterfly Buka Suara soal Pembatalan Manggung di Bandung, Tuntutan Rp 146,5 Juta

Jika hujan abu semakin pekat dan jarak pandang terbatas, jangan memaksakan diri. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu utama, lalu segera mencari tempat aman untuk menepi. Hindari membuka visor helm ketika abu masih pekat.

Setelah sampai di tujuan, kendaraan yang terpapar abu juga perlu diperiksa, khususnya filter udara, sistem pengereman, rantai, CVT, lampu, ban, dan area roda. Jika performa kendaraan menurun, pemeriksaan dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu memprediksi bahaya sedini mungkin dan tidak memaksakan diri saat kondisi tidak memungkinkan.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *