Setelah batubara tersebut selesai diangkut ke PLTU Suge, kegiatan pembongkaran batubara dari tongkang berikutnya direncanakan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Batu.
Manager PLTU Suge, Mahya Tauhidiya N mengatakan, selama ini kegiatan bongkar muat batubara dilakukan di Tanjung Ru. Menurutnya, jarak pengangkutan dari lokasi tersebut memiliki risiko yang cukup tinggi karena batubara harus dibawa menggunakan ratusan truk menuju PLTU.
โUntuk bongkar muat batubara memang selama ini di Tanjung Ru, mungkin pemerintah daerah punya tata ruang sendiri. Namun, kami merasakan dengan jarak pengangkutan sejauh itu cukup berisiko,โ ujarnya.
Ia menjelaskan, satu tongkang membawa sekitar 5.000 ton batubara yang kemudian diangkut menggunakan sekitar 700 unit truk.
Menurut Mahya, apabila kegiatan bongkar muat dipindahkan ke Tanjung Batu, proses pengangkutan akan menjadi lebih efisien. Namun, perpindahan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus melalui koordinasi dan prosedur dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
โKalau digeser ke Tanjung Batu memang lebih efisien, tapi kita harus melakukan koordinasi dengan KSOP, memungkinkan atau tidak. Kita tidak bisa serta-merta pindah begitu saja. Kita harus mengikuti prosedurnya dan berkoordinasi dengan KSOP,โ katanya.
Melalui Sejumlah Tahapan
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, mengatakan keputusan mengenai pemindahan aktivitas bongkar muat batubara ke Tanjung Batu masih harus melalui sejumlah tahapan.

Komentar