BILITONNEW.CO, BELITUNG – Aktivitas kendaraan pengangkut batu bara di wilayah Desa Pegantungan, Kabupaten Belitung, kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga yang tinggal di sekitar jalur angkutan mengaku harus berhadapan dengan debu dan lalu lintas kendaraan berat.
Keresahan itu mencuat setelah akun Facebook Citra Ningsih menyampaikan keluhan melalui unggahan di media sosial, Minggu (23/8/2026).
Dalam unggahannya, Citra mempertanyakan kepada siapa warga harus menyampaikan keluhan terkait kondisi tersebut. Ia berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya mengetahui persoalan di lapangan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keselamatan anak-anak.
Citra menyebut telah terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan pengangkut batu bara dengan anak-anak. Namun, informasi mengenai kronologi maupun kondisi korban belum diperoleh secara lengkap sehingga masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
“Karne di group sebelah lum di acc juak postingan ini, jadi tepakse aq posting diberanda sendirik,” tulis Citra.
Ia kemudian mengungkapkan kekhawatirannya terhadap anak-anak yang setiap hari beraktivitas di kawasan yang dilalui kendaraan pengangkut batu bara.
“Kamek neh anak-anak gawe makan debu batubara, ape agek aktivitas anak-anak kamek pas sekula,” tulisnya.
Pertanyaan yang Tak Bisa Diabaikan
Keluhan tersebut pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai debu.
Ada pertanyaan yang lebih besar, bagaimana memastikan aktivitas angkutan komoditas berjalan tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang berada di sepanjang jalurnya.

Komentar