Apalagi, menurut Citra, aktivitas tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
“Dag ade ke alternatif pemerintah Belitong neh yeh la kan 10 tahun beroperasi,” tulisnya.
Jika persoalan memang telah berlangsung bertahun-tahun, tentu publik layak mengetahui sejauh mana evaluasi pemerintah terhadap jalur angkutan, pengendalian debu, keselamatan lalu lintas, hingga dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Bukan berarti aktivitas usaha harus dihentikan. Namun, aktivitas ekonomi semestinya berjalan beriringan dengan keselamatan masyarakat dan kepatuhan terhadap aturan.
Besok Warga dan Pihak Terkait Duduk Bersama
BilitonNews.co kemudian mengonfirmasi unggahan tersebut kepada Citra melalui WhatsApp.
Citra menyampaikan bahwa keluhan masyarakat akan segera dibahas dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung di kantor desa, Senin (24/8/2026).
“Besok akan diadakan rapat desa di kantor desa kami, akan melibatkan dari pihak owner yang punya PBM dan aparat setempat,” ujar Citra.
Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB dan akan melibatkan masyarakat bersama pihak terkait.
Pertemuan ini menjadi momentum penting. Sebab, masyarakat bukan hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga solusi yang dapat dirasakan langsung di lapangan.
Mulai dari pengaturan jalur kendaraan berat, pembatasan kecepatan, pengendalian debu, keselamatan anak sekolah, hingga mekanisme pengawasan aktivitas angkutan perlu dibicarakan secara terbuka.
Jangan Tunggu Keluhan Menjadi Tragedi
Informasi yang dihimpun BilitonNews.co menyebutkan kendaraan pengangkut batu bara tersebut melintas dari pelabuhan menuju lokasi perusahaan di wilayah Desa Pegantungan.

Komentar