“Jika orang sudah menerima kita di kamar pribadi dan mengajak santap bersama di ruang makan di dekat dapur, orang itu sudah menganggap kita lebih dari sekadar saudara,” jelas Rm Fadjar.
“Di ponpes, mereka yang belum dianggap saudara hanya akan diterima di ruang tamu atau bahkan teras rumah, apalagi diajak makan. Jadi dapur itu adalah kunci yang menggambarkan sedalam apa hubungan antara tuan rumah dan tamunya. Dan kesimpulan saya, dapur dan meja makan adalah kunci keberhasilan moderasi beragama ,” sambung Romo Fadjar serius.
Pada saat santap malam itu, satunya hati kedua tokoh itu sungguh nampak. Kedua duduk bersama di kursi, saling memunggungi sambil berseloroh, tetapi tetap fokus pada makanan. Bahkan kedua tokoh itu minum dari gelas yang sama.
Keduanya sangat menikmati momentum berdua. KH Suyuti sangat menikmati sikap pelayanan yang diberikan Rm Fadjar dengan caranya.
Perbincangan berlanjut usai santap bersama, di halaman depan masjid dan berlangsung selama hampir sejam. Pertemuan pun akhirnya purna, saat Romo Fadjar minta pamit dan kembali mereka berangkulan. (*/BilitonNews.co)





















Komentar