BILITONNEWS.CO, YOGYAKARTA – “Jika papa masih hidup, ia pasti sangat terharu karena patung buatan Brata Gallery diterima langsung oleh Paus Leo XIV. Sebenarnya ini keinginan papa lama, patungnya diterima Paus. Namun keinginan itu dipahami sulit untuk diwujudkan. Dan, (patung) St. Yusuf Arimatea ini merupakan pemenuhan keinginan papa, Meski tidak mengharapkan apa-apa menyusul patung diterima Paus Leo XIV, faktanya setelah itu, ada peristiwa luar biasa terjadi…..“
Demikian petikan obrolan dengan Niko Harahap Tanubrata pemilik Brata Gallery, Yogyakarta. Ia meneruskan jejak almarhum sang papa.
Saat diwawancarai pada awal Mei 2026, Niko didampingi Rosalinda Widjajanto, stafnya yang bertanggung jawab langsung atas pembuatan patung St Yusuf Arimatea. Niko mengaku dan sekaligus menyadari, pemesanan dan pembuatan St Yusuf Arimatea merupakan misteri bagi dirinya.
Yusuf Arimatea adalah tokoh di balik pemakaman secara terhormat bagi Yesus Kristus yang wafat di kayu salib. Ia adalah orang berpengaruh, pengusaha kaya raya, anggota Majelis Besar Mahkamah Yahudi Sanhedrin dan sekaligus murid rahasia Yesus.
Ia mempersembahkan pemakaman keluarga yang baru dibangunnya sebagai tempat pemakaman Yesus. Hari peringatan St Yusuf Arimatea jatuh tiap 31 Agustus.
Dengan terus terang ia mengaku, baru pertama kali membuat patung Yusuf Arimatea selama Brata Gallery berdiri. Patung itu didesain dan dipesan oleh AM Putut Prabantoro, Founder Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).
Menyusul diterimanya patung oleh Paus Leo XIV, dirinya mendapat order istimewa dari seseorang dari Bandung.



Komentar