News
Home » Berita » Dari Yogyakarta ke Vatikan: Patung St Yusuf Arimatea Karya Brata Gallery Diterima Langsung Paus Leo XIV

Dari Yogyakarta ke Vatikan: Patung St Yusuf Arimatea Karya Brata Gallery Diterima Langsung Paus Leo XIV

DITERIMA PAUS LEO XIV - Patung Yusuf Arimatea diterima oleh Paus Leo XIV dalam audiensi, Rabu (25/03/2026). Dari kiri – ke kanan : Ketua Komisi Komsos KWI Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, Sekretaris Komsos KWI Rm Petrus Agoeng Noegroho Sri Widodo, Stanislaus Jumar Sudiyana (berpeci), Asni Ovier Dengen Paluin (Ikat kepala), AM Putut Prabantoro, Mayong Suryo Laksono (belakang), Bonifacius Mahendra Wahanaputra (berkacamata), Paus Leo XIV dan Rm. Markus Solo Kewuta SVD. (istimewa)

“Orang tersebut memesan setiap stasi hanya ada dua sosok. Saya usul saat pieta dan Yesus diturunkan oleh Yusuf Arimatea itu ditambah satu dan dia pun setuju. Apakah ini menandakan bagian dari kisah diterima patung Yusuf Arimatea oleh Paus Leo, saya gak tau. Tapi orang itu saya kirimin juga beritanya, dan dia setuju,” ujarnya.

Niko menambahkan bahwa orang tersebut membuat patung jalan salib untuk rumah pribadi. “Dia mau beda, tidak ada Ponsius Pilatus. Dan dia sudah membayar DP. Mungkin ini jalan Tuhan,” ucap Niko, yang memanfaatkan AI saat mencari sosok yang pas untuk patungnya.

Tanpa Referensi

Niko mengungkapkan pembuatan patung Yusuf Arimatea mempunyai tantangan tersendiri. Selama ini ia telah membuat ratusan bahkan ribuan patung namun yang itu-itu saja. Seputar Yesus, Bunda Maria, Santo Yusuf, bayi Yesus, Tiga Raja, dan sosok-sosok dalam Kitab Suci yang umum.

“Waktu itu bulan Agustus pak Putut cuma omong, coba cari patung Yusuf Arimatea. Tapi gak ada referensi. Terus dia menggambarkan patung itu, saya bikin sketnya juga secara asal. Pak Putut kemudian menjelaskan ekspresinya, saya waktu itu juga bingung. Krn itu saya usul langsung eksekusi saja, diterapkan dalam tanah liat. Terus proses, trial dan error. Saya panggil pak Putut begini pak hasilnya. Pak Putut mengritisi dan saya ubah lagi. Sekitar 5-6 kali lah perubahannya,” beber Niko.

Baznas Belitung Pastikan Rumah Layak Huni Hadirkan Hunian Sehat dan Harapan Baru bagi Warga

Menurutnya, kesulitan muncul karena pertama, tidak ada refensi patung yang sudah jadi. Kedua, melibatkan tiga pihak.

“Pak Wid (Lambertus Widiantoro, kakak Putut –red) yang mendapat penampakan, pak Putut yang diminta untuk membuat dan sekaligus menerjemahkan, dan saya yang mengeksekusi. Biasanya klien langsung ke saya. Saya ribuan kali membuat patung. Namun Yusuf Arimatea ya baru pertama kali ini. Dan, kami gak paham siapa dia itu. Biasanya kami cuma bikin santo santa, Maria, Yusuf, atau Yesus, kebanyakan seperti itu,” jelasnya.

Laman: 1 2 3 4 5 6

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer