News
Home » Berita » Dari Yogyakarta ke Vatikan: Patung St Yusuf Arimatea Karya Brata Gallery Diterima Langsung Paus Leo XIV

Dari Yogyakarta ke Vatikan: Patung St Yusuf Arimatea Karya Brata Gallery Diterima Langsung Paus Leo XIV

DITERIMA PAUS LEO XIV - Patung Yusuf Arimatea diterima oleh Paus Leo XIV dalam audiensi, Rabu (25/03/2026). Dari kiri – ke kanan : Ketua Komisi Komsos KWI Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, Sekretaris Komsos KWI Rm Petrus Agoeng Noegroho Sri Widodo, Stanislaus Jumar Sudiyana (berpeci), Asni Ovier Dengen Paluin (Ikat kepala), AM Putut Prabantoro, Mayong Suryo Laksono (belakang), Bonifacius Mahendra Wahanaputra (berkacamata), Paus Leo XIV dan Rm. Markus Solo Kewuta SVD. (istimewa)

Hal yang sama dialami Linda, sebagai penggambar. “Jujur saya juga baru kenal sosok Yusuf Arimatea karena ikut membuat patung itu. Niko bilang tolong digambarkan berdasarkan sket dari Pak Putut. Ternyata sosok Yusuf Arimatea ini keren dan perannya sangat besar. Yang bikin saya terharu itu, sosok semulia itu hatinya kok dia tidak mau diangkat,” ujarnya.

Putut Prabantoro mengaku dirinya diminta untuk membawa patung Yusuf Arimatea dan menyerahkannya ke Paus . Itu terjadi pada bulan Juli 2025, setelah kakaknya Lambertus Widiantoro mendapat vision. Segera ia mencari patung Yusuf Arimatea dan menghubungi banyak pematung di berbagai kota di Indonesia

“Semuanya minta model atau contoh patung. Saya juga meminta bantuan Rm Antonius Suherman Pr dari Keuskupan Tanjungkarang dan juga Sr Fransiska CP di Roma. Semuanya nihil, tidak ada patung. Setelah kembali dari Vatikan pada Agustus 2025, saya kemudian menghubungi Niko dengan pesan Oktober patung harus selesai karena akan dibawa ke Vatikan pada November 2025. Namun rencana inipun gagal, ” tandas Putut.

Namun Tuhan menghendaki lain. Pada akhirnya di tengah berkecamuknya perang Timur Tengah, patung Yusuf Arimatea itu dibawa ke Vatikan dan diserahkan langsung kepada Paus Leo pada Rabu, 25 Maret 2026.

“Penentuan tanggalnyapun ditentukan oleh Mgr Didik, meski Mgr Didik baru tahu kalau ada patung sesaat sebelum berangkat ke Roma pada 23 Maret 2026. PWKI dan KWI berangkat ke Vatikan sebenarnya dalam rangka penandatanganan penggunaan bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan,” ujar Putut.

Baznas Belitung Pastikan Rumah Layak Huni Hadirkan Hunian Sehat dan Harapan Baru bagi Warga

Laman: 1 2 3 4 5 6

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer