“Waktu itu saya gak ngebayangin. Tahunya hanya dibawa ke Vatikan. Kalau akhirnya bisa diterima Paus, ya berkah luar biasa untuk saya. Kaget karena tidak mengira patung itu diterima Paus Leo. Saya tahunya cuma mau dibawa ke Vatikan, dan saya pikir, mungkin untuk museum. Saya happy banget, patung bisa masuk ke Vatikan dan diterima langsung Paus Leo,” ujar Niko.
Linda pun mengaku tidak menyangka sama sekali. “Waktu proses packing dan bikin video cara bongkarnya bagaimana, saya masih belum ngeh kalau patung itu bakal sampai ke tangan Paus. Ngertinya cuma sampai Vatikan, mungkin ada acara apa gitu. Setelah lihat beritanya, wow diterima Paus Leo,” ucap Linda yang mengaku peristiwa itu mengingatkan dirinya pada satu ayat dalam Kitab Suci.
“Saya seperti diingatkan satu ayat kira-kira bunyinya begini: apa yang tidak pernah terlintas di hati kita, justru itu akan diberikan kepada kita,” tambah Linda, yang beragama Kristen Protestan.
Demikian pula kepada karyawan atau pekerja di tokonya. Niko tidak memberitahukan bahwa patung itu bakal diberikan ke Paus Leo, tetapi hanya dibawa ke Vatikan saja.
“Saya mengira mungkin dibawa ke museum, karena patung bunda Maria Segala Suku bikinan kami juga dikirim ke museum Vatikan. Maka begitu diterima Paus Leo, beritanya saya share ke grup toko, dan IG. Semua heboh, terus banyak orang tanya langsung apakah patung itu juga dijual?” ungkap Niko, seraya tersenyum.
Jadi Berkat
Terkait dengan pesanan patung serial jalan salib dari Bandung, Niko menegaskan untuk kali pertama, seseorang memesan patung serial jalan salib dengan tinggi 180 cm. Dan, patung itu serial bukan hanya satu saja.



Komentar