BILITONNEWS.CO, BATAM – Arus perdagangan dunia yang sebagian besar bergantung pada transportasi laut tidak terlepas dari peran para pekerja maritim. Di tengah aktivitas pelabuhan dan kapal yang terus bergerak, terdapat anak buah kapal (ABK) dan awak kapal perikanan (AKP) yang harus bekerja berbulan-bulan jauh dari keluarga dengan berbagai risiko.
Gelombang tinggi, cuaca buruk, kecelakaan kerja, kelelahan hingga persoalan kontrak menjadi bagian dari tantangan yang dapat dihadapi para pekerja tersebut. Pada saat yang sama, sebagian pekerja migran di sektor maritim juga masih menghadapi persoalan sejak proses perekrutan hingga keberangkatan dan selama bekerja di kapal.
Persoalan itulah yang menjadi perhatian Stella Maris Batam melalui Seminar Internasional Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 yang digelar di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu (20/9/2026).
Mengusung tema “Dari Kerentanan Menuju Martabat: Mewujudkan Migrasi yang Aman dan Teratur”, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pihak untuk membicarakan perlindungan pekerja migran, khususnya mereka yang bekerja di sektor maritim.
Direktur Stella Maris Batam, Rm Ansensius Guntur atau Romo Yance, mengatakan terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.
“Yakni, pertama, membangun kesadaran publik akan isu migran dan pelaut. Kedua, dialog sosial untuk mengupayakan kebijakan yang baik untuk perlindungan migran dan pelaut, serta ketiga, mendoakan para migran dan pelaut di Hari Minggu Migran Sedunia,” kata Romo Yance.

Komentar