Keberadaan monumen ini sekaligus membuka peluang untuk memperkenalkan legenda lokal kepada pengunjung. Informasi sejarah yang memadai di sekitar lokasi juga dapat membantu masyarakat memahami makna tokoh yang diabadikan.
Sebab, sebuah monumen tidak cukup hanya berdiri megah di tengah kota. Cerita di baliknya perlu dirawat, disampaikan, dan diwariskan agar tidak berhenti sebagai hiasan jalan.
Di perempatan Kota Lahat, patung Si Pahit Lidah menjadi pengingat bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun dari jalan dan bangunan, tetapi juga dari cerita masa lalu yang membentuk identitas masyarakatnya. (BilitonNews.co/Gumay)

Komentar