BILITONNEWS.CO, LAHAT – Bagi warga yang melintas di pusat Kota Lahat, patung yang berdiri di perempatan kawasan Pasar Lematang tentu bukan pemandangan asing.
Di tengah lalu lintas yang ramai dan aktivitas perdagangan yang terus bergerak, sosok Serunting Sakti atau Si Pahit Lidah berdiri menjadi salah satu penanda wajah Kota Lahat, Sumatera Selatan.
Namun, di balik keberadaannya, monumen ini menyimpan cerita tentang perubahan wajah kota sekaligus legenda yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat.
Sebelum patung tersebut berdiri, kawasan itu dikenal dengan keberadaan tugu jam yang menjadi salah satu penanda pusat kota. Pada 2023, tugu lama digantikan dengan monumen baru yang mengusung replika Serunting Sakti dan dilengkapi air mancur.
Pembangunan monumen mulai dikerjakan pada Agustus 2023. Berdasarkan pemberitaan lokal pada Desember 2023, patung tersebut memiliki tinggi sekitar tiga meter, dengan tinggi keseluruhan monumen dan air mancur mencapai sekitar tujuh meter.
Kehadirannya tidak hanya dimaksudkan untuk mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya lokal melalui figur yang dikenal dalam cerita rakyat Sumatera Selatan.
Legenda Si Pahit Lidah yang Melekat di Masyarakat

Nama Serunting Sakti lebih dikenal masyarakat melalui julukan Si Pahit Lidah. Dalam cerita rakyat yang berkembang di Sumatera Selatan, tokoh ini digambarkan memiliki kesaktian yang berkaitan dengan perkataan atau sumpahnya.
Sejumlah versi legenda mengisahkan bahwa apa yang diucapkan Serunting Sakti dapat menjadi kenyataan, termasuk mengubah sesuatu menjadi batu.

Komentar