BILITONNEWS.CO, BATAM – Kebijakan ekspor gas bumi dari Natuna dan Grissik ke Singapura kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Selama lebih dari dua dekade, gas alam Indonesia mengalir melalui jaringan pipa internasional yang melintasi Kepulauan Riau untuk memenuhi kebutuhan energi Singapura.
Di tengah pembangunan konektivitas gas Natuna, Pemping, Batam, berbagai kalangan menilai momentum tersebut perlu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan energi nasional agar pemanfaatan sumber daya alam strategis semakin berpihak pada kepentingan dalam negeri.
Sekretaris DPD Projo Kepulauan Riau, Herdiansyah, ST, menilai pembangunan infrastruktur distribusi gas tersebut harus menjadi titik awal untuk meninjau kembali arah kebijakan energi nasional, khususnya terkait pengelolaan gas bumi dari Natuna dan Grissik.
Menurutnya, langkah yang perlu ditempuh bukan penghentian ekspor secara sepihak, melainkan melakukan renegosiasi kontrak ekspor secara bertahap, terukur, dan tetap menjaga kepastian investasi.
Dengan demikian, kebutuhan industri nasional, pembangkit listrik, hingga agenda transformasi energi Indonesia dapat memperoleh prioritas yang lebih besar.
“Sudah saatnya pemerintah memastikan sumber daya alam strategis Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia terlebih dahulu sebelum memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada negara lain,” ujar Herdiansyah dalam keterangan tertulis yang diterima dari Ketua Lintas Media, Indra, Rabu (17/6/2026).





















Komentar