BILITONNEWS.CO – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (DPP LSM PMPRI) kembali melontarkan kritik keras terhadap tata kelola anggaran di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Setelah sebelumnya menyoroti sejumlah pos belanja yang dinilai janggal, PMPRI kini mempertanyakan alokasi anggaran pengadaan perlengkapan dinas lapangan, termasuk kaos kaki untuk kebutuhan pendidikan komando cadangan, yang dinilai tidak selaras dengan tugas utama lembaga tersebut.
Ketua Umum DPP LSM PMPRI, Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker, menegaskan bahwa polemik yang berkembang bukan semata soal nominal anggaran, melainkan menyangkut kepatutan dan arah kebijakan penggunaan uang negara.
“Sejak awal PMPRI telah memberikan peringatan dan sorotan tajam. Kini ketika publik mempertanyakan, pihak BGN justru sibuk menjelaskan bahwa harga kaos kaki bukan Rp100 ribu melainkan Rp54 ribu per pasang melalui mekanisme Swakelola Tipe II bersama pihak pertahanan.
Namun persoalan utamanya bukan hanya soal angka, melainkan soal logika kebijakan dan prioritas penggunaan anggaran,” ujar Kang Joker dalam keterangannya.
Menurutnya, penggunaan anggaran bernilai miliaran rupiah untuk pengadaan perlengkapan yang tidak berkaitan langsung dengan program pemenuhan gizi nasional berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai fokus dan efektivitas penggunaan dana negara.
PMPRI menilai, di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi fasilitas pendidikan yang memerlukan perhatian hingga kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah seharusnya memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran.





















Komentar