Akun tersebut, menurut dia, digunakan untuk menghubungi orang-orang terdekatnya.
“Nah, kedua, ada akun bodong yang mengatasnamakan abahku,” ujarnya.
Afina menyebut pelaku diduga membuat hingga empat akun berbeda untuk mengikuti dan mengirim pesan kepada lingkaran pertemanannya.
“Dia bikin sampai empat akun dan dia nge-follow dan nge-chat orang-orang terdekat aku,” tutur perempuan berhijab itu.
Afina mengaku tidak memahami alasan di balik serangan yang diterimanya, mengingat niat awalnya hanya untuk menyuarakan kondisi masyarakat Aceh yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Astaga, aku masih enggak ngerti alasannya aku dapat buzzer. Niat aku tuh benar-benar untuk membantu orang-orang di luar sana yang membutuhkan pertolongan kita,” kata Afina.
Kasus yang dialami Afina kembali menyoroti persoalan pelecehan dan intimidasi di ruang digital, terutama terhadap figur publik yang menyampaikan isu kemanusiaan melalui media sosial. (*/BilitonNews.co/Gumay)




















Komentar