Lifestyle
Home » Berita » Dulu Tak Punya Cita-cita, Nopri Kini 12 Tahun Jadi Sopir Taksi Bandara, Mimpinya Bikin Kaget: Ingin Kaya Raya

Dulu Tak Punya Cita-cita, Nopri Kini 12 Tahun Jadi Sopir Taksi Bandara, Mimpinya Bikin Kaget: Ingin Kaya Raya

Nopri, pengemudi taksi bandara di Bandara H AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung, yang telah menjalani profesinya sejak 2014. (BilitonNews.co/Gumay)

Usia 30 Tahun, Mimpinya Sederhana: Kaya Raya

Kini Nopri telah berusia 30 tahun.

Belum menikah.

Ia tidak memiliki daftar panjang tentang impian hidup.

Ketika ditanya apa harapannya ke depan, jawabannya justru sederhana.

BREAKING NEWS: Lagi-lagi Penemuan Jenazah di Belitung, Warga Cium Bau Menyengat dari Dalam Rumah

“Kaya raya,” katanya.

Namun, di balik jawaban tersebut, terselip harapan agar kondisi pariwisata Belitung semakin baik.

Ia berharap jumlah penerbangan kembali meningkat seperti masa-masa awal ketika dirinya mulai bekerja.

Sebab, semakin banyak pesawat datang, semakin banyak pula penumpang yang membutuhkan jasa transportasi.

Bagi pengemudi seperti Nopri, ramainya bandara berarti terbukanya kembali kesempatan mencari penghasilan.

BREAKING NEWS: Nelayan Ditemukan Tergeletak di Warung Pelabuhan Perikanan Belitung, Meninggal Dunia

12 Tahun, Satu Setir dan Sebuah Harapan

Nopri mungkin tidak pernah merencanakan hidupnya menjadi seperti sekarang.

Ia tidak kuliah.

Ia mengaku tidak memiliki cita-cita ketika sekolah.

Ia bahkan memulai pekerjaannya dari sebuah keputusan spontan untuk meminta dibelikan mobil.

Bikin Pangling! Hari Pelanggan Nasional di Babel, Honda Beri Kejutan Tak Biasa, Ada Cukur Rambut Gratis

Namun, keputusan itu membawanya melewati perjalanan panjang.

Dari 2014 hingga 2026.

Dari masa ketika penerbangan masih ramai, melewati pandemi yang membuat aktivitas berhenti, hingga menghadapi kondisi penerbangan yang kini belum seramai dahulu.

Selama itu pula ia tetap berada di balik kemudi.

Menunggu.

Menjemput.

Mengantar.

Dan berharap.

Sebab bagi Nopri, setiap pesawat yang mendarat bukan sekadar membawa penumpang.

Di dalamnya ada peluang.

Ada penghasilan.

Ada kehidupan yang terus bergerak.

Dan ada satu harapan sederhana dari seorang pengemudi berusia 30 tahun, suatu hari nanti, Belitung kembali ramai, pariwisatanya tumbuh, penerbangannya bertambah, dan roda kehidupan kembali berputar lebih cepat.

Laman: 1 2 3 4 5

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *