Usia 30 Tahun, Mimpinya Sederhana: Kaya Raya
Kini Nopri telah berusia 30 tahun.
Belum menikah.
Ia tidak memiliki daftar panjang tentang impian hidup.
Ketika ditanya apa harapannya ke depan, jawabannya justru sederhana.
“Kaya raya,” katanya.
Namun, di balik jawaban tersebut, terselip harapan agar kondisi pariwisata Belitung semakin baik.
Ia berharap jumlah penerbangan kembali meningkat seperti masa-masa awal ketika dirinya mulai bekerja.
Sebab, semakin banyak pesawat datang, semakin banyak pula penumpang yang membutuhkan jasa transportasi.
Bagi pengemudi seperti Nopri, ramainya bandara berarti terbukanya kembali kesempatan mencari penghasilan.
12 Tahun, Satu Setir dan Sebuah Harapan
Nopri mungkin tidak pernah merencanakan hidupnya menjadi seperti sekarang.
Ia tidak kuliah.
Ia mengaku tidak memiliki cita-cita ketika sekolah.
Ia bahkan memulai pekerjaannya dari sebuah keputusan spontan untuk meminta dibelikan mobil.
Namun, keputusan itu membawanya melewati perjalanan panjang.
Dari 2014 hingga 2026.
Dari masa ketika penerbangan masih ramai, melewati pandemi yang membuat aktivitas berhenti, hingga menghadapi kondisi penerbangan yang kini belum seramai dahulu.
Selama itu pula ia tetap berada di balik kemudi.
Menunggu.
Menjemput.
Mengantar.
Dan berharap.
Sebab bagi Nopri, setiap pesawat yang mendarat bukan sekadar membawa penumpang.
Di dalamnya ada peluang.
Ada penghasilan.
Ada kehidupan yang terus bergerak.
Dan ada satu harapan sederhana dari seorang pengemudi berusia 30 tahun, suatu hari nanti, Belitung kembali ramai, pariwisatanya tumbuh, penerbangannya bertambah, dan roda kehidupan kembali berputar lebih cepat.

Komentar