BILITONNEWS.CO – Mimpi besar terkadang tumbuh dari tempat yang sederhana.
Jauh dari gemerlap stadion dan hiruk-pikuk kota besar, mimpi itu tumbuh dari sebuah dusun kecil di Pulau Belitung.
Namanya Alfarezel Zahir, akrab disapa Ezel. Remaja kelahiran Tanjungpandan, Belitung, itu kini membawa nama Belitung Timur hingga ke panggung sepak bola nasional bersama Safin Pati FC U-17.
Ezel menjadi bagian dari perjalanan Safin Pati FC U-17 yang berhasil menembus partai final Piala Soeratin U-17 2026 di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026) sore.
Perjalanan itu berakhir dengan Safin Pati FC U-17 meraih posisi kedua.
Bagi seorang pemain muda, menjadi finalis kompetisi nasional bukan sekadar angka di papan klasemen.
Di baliknya ada latihan panjang, keringat yang jatuh berulang kali, rasa lelah yang harus ditaklukkan, serta doa orangtua yang terus mengiringi dari kejauhan.
Dan bagi Ezel, setiap langkah di lapangan juga membawa nama kampung halamannya.
Nama Belitung Timur.
Mimpi yang Tumbuh dari Dusun Terang Bulan
Ezel merupakan putra pasangan Sugiarto, yang akrab disapa Giar, dan Yeni Siswaty atau Yeyen.
Sang ibu merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
Sejak kecil, Ezel telah menyimpan mimpi yang tidak sederhana.
Yeyen mengatakan, putranya sejak kecil memiliki cita-cita menjadi abdi negara maupun pesepak bola yang dapat membela Tim Nasional Indonesia.
โSejak kecil Ezel bercita-cita sebagai abdi negara atau pemain sepak bola Timnas,โ kata Yeyen saat dihubungi BilitonNews.co, Senin (31/8/2026).

Komentar