Yeyen mengatakan, Ezel kini juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti POPDA Jawa Tengah yang akan berlangsung pekan depan.
Selain itu, Ezel berpeluang memperkuat tim Belitung Timur pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
โInsyaallah bulan depan Ezel dipanggil KONI untuk memperkuat tim Porprov Beltim, selain mempersiapkan diri untuk POPDA Jawa Tengah minggu depan,โ ujar Yeyen.
Jika kesempatan tersebut terwujud, Ezel akan kembali membawa nama tanah kelahirannya ke lapangan pertandingan.
Kali ini bukan hanya sebagai pemain akademi dari Pati, tetapi sebagai putra daerah yang mengenakan identitas Belitung Timur.
Ada Doa Orangtua di Setiap Langkahnya
Bagi orangtua, keberhasilan seorang anak bukan hanya tentang trofi.
Ada kebanggaan ketika melihat anak yang dahulu berlari mengejar bola di kampung, kini berdiri di antara pemain-pemain muda terbaik dalam sebuah kompetisi nasional.
Ada harapan yang perlahan menemukan bentuk.
Dan ada doa yang tak pernah benar-benar berhenti.
Ezel kini berada di persimpangan awal sebuah perjalanan panjang.
Piala Soeratin mungkin telah selesai.
Namun, mimpinya belum.
Dari Terang Bulan, langkahnya telah sampai ke Surakarta.
Dari Pulau Belitung, namanya telah menjejak tanah Jawa.
Dan di usia yang masih sangat muda, Ezel masih memiliki banyak halaman untuk ditulis dalam perjalanan sepak bolanya.
Kini pertanyaannya, apa yang dirasakan Ezel setelah membawa Safin Pati FC U-17 menjadi juara kedua Piala Soeratin? Apa arti pencapaian tersebut bagi dirinya dan bagi tim?

Komentar