Mimpi itu kemudian menemukan jalannya melalui sepak bola.
Ezel yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara tersebut lahir di Tanjungpandan dan tinggal di Dusun Terang Bulan, Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
Dari tempat sederhana itulah kecintaannya terhadap sepak bola terus tumbuh.
Hingga akhirnya, ia berani menyeberangi jarak dan menimba ilmu sepak bola di tanah Jawa.
Enam Tahun Ditempa di Akademi Sepak Bola
Saat ini Ezel tercatat sebagai siswa SMA Bina Bangsa Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Ia juga telah sekitar enam tahun menempuh pendidikan dan pembinaan sepak bola di Safin Pati Football Academy.
Enam tahun bukan waktu yang sebentar.
Ada proses panjang yang harus dilalui seorang pemain muda untuk mengubah mimpi menjadi kemampuan.
Ada latihan demi latihan, pertandingan demi pertandingan, juga kesempatan untuk belajar dari kemenangan dan kekalahan.
Perjalanan tersebut akhirnya membawa Ezel ke salah satu panggung penting sepak bola usia muda Indonesia.
Ia bersama Safin Pati FC U-17 berhasil melaju hingga final Piala Soeratin U-17 2026.
Meski belum membawa pulang trofi juara pertama, posisi runner-up menjadi pencapaian yang patut dicatat dalam perjalanan karier Ezel.
Terlebih, dari lapangan di Surakarta itu, nama daerah asalnya ikut disebut.
Seorang anak dari Belitung Timur telah menunjukkan bahwa mimpi tidak mengenal batas pulau.
Belum Sempat Menarik Napas, Tantangan Baru Sudah Menanti
Perjalanan Ezel belum selesai.
Usai Piala Soeratin, sejumlah agenda telah menanti.

Komentar