HUT TNI DPRD
Advertisement
Lifestyle
Home » Berita » Dulu Tak Punya Cita-cita, Nopri Kini 12 Tahun Jadi Sopir Taksi Bandara, Mimpinya Bikin Kaget: Ingin Kaya Raya

Dulu Tak Punya Cita-cita, Nopri Kini 12 Tahun Jadi Sopir Taksi Bandara, Mimpinya Bikin Kaget: Ingin Kaya Raya

Nopri, pengemudi taksi bandara di Bandara H AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung, yang telah menjalani profesinya sejak 2014. (BilitonNews.co/Gumay)

Ia hanya memiliki keinginan untuk bekerja.

Kesempatan akhirnya datang melalui tantenya yang mengenal salah satu pengelola di bandara.

Mobil pun dibeli.

Pada 2014, Nopri resmi mulai mencari penghasilan sebagai pengemudi taksi bandara.

Tahun 2014, Saat Bandara Belitung Masih Ramai

Polres Belitung Sambangi Nelayan Baro, Penyelundupan Timah hingga Bom Ikan Jadi Perhatian

Bagi Nopri, 2014 menjadi titik penting dalam hidupnya.

Saat itu, aktivitas penerbangan di Bandara H AS Hanandjoeddin masih cukup ramai. Belasan penerbangan disebutnya datang dan pergi dalam sehari.

Bisnis rental mobil pun ikut menggeliat.

Kondisi tersebut membuat Nopri merasa nyaman dengan pekerjaannya.

“Nyaman benar mencari (penghasilan),” katanya.

Warkop Akew Pangkalpinang, Tempat Pejabat hingga Tukang Parkir Berbaur, Simpan Sejarah Sejak 1930-an

Ia terus bertahan.

Tahun demi tahun dilewati.

Pekerjaan yang awalnya hanya bermula dari keinginan sederhana perlahan menjadi sumber penghidupan.

Penghasilan dari mengemudi digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung.

“Alhamdulillah, untuk pendapatan cukuplah untuk hari-hari dan tabung,” ujarnya.

Pemred Bangka Pos Group Ade Mayasanto Harap Wartawan di Babel Makin Kompeten

Pandemi Covid-19 Membuat Roda Berhenti

Namun, tidak selamanya jalan yang dilalui Nopri mulus.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu masa paling berat.

Penerbangan berkurang drastis. Aktivitas di bandara ikut terdampak.

Mobil yang biasanya digunakan mengangkut penumpang tak lagi sesibuk sebelumnya.

Nopri kemudian mencari cara lain agar tetap mendapatkan penghasilan.

Ia berjualan makanan ringan.

“Sempat pas Covid saya jualan makanan, cemilan,” katanya.

Bagi Nopri, saat keadaan berubah, yang harus dilakukan bukan menyerah.

Ia mencoba bertahan dengan apa yang bisa dikerjakan.

Setelah kondisi berangsur pulih, ia kembali ke profesi yang sudah dijalaninya sejak 2014.

Laman: 1 2 3 4 5

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUT TNI (6)
HUT TNI (5)
HUT TNI (1)
HUT TNI (4)
HUT TNI (2)
HUT TNI (7)
HUT TNI (3)

Berita Populer