Situasi dan kekacauan yang muncul sebagai dampak dari dinamika geopolitik dunia tersebut akan dimanfaatkan oleh negara-negara asing yang akan memiliki kepentingan militer, ekonomi ataupun perdagangan.
Oleh karena itu, KH Suyuti Toha menasehati agar bangsa Indonesia harus terus menerus memegang nilai persatuan. Tanpa persatuan, Indonesia akan menghadapi masalah yang sangat besar.
โPersatuan itu sangat mahal. Sebagai bangsa yang memiliki latar belakang keberagaman, persatuan harus dipegang kuat dan tidak boleh luntur. Sekali lengah atau menganggap remeh persatuan, negara kita akan hancur,โ ujar KH Suyuti.
Ia juga memperingatkan tentang organisasi tanpa bentuk yang memang direncanakan untuk mengacaukan dan menghancurkan persatuan di Indonesia dalam situasi yang rumit ini akibat dinamika geopolitik.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia dan semua elemen masyarakat diminta untuk mendukung pemerintah dan program-programnya.
“Pemerintah harus didukung dan dibantu agar kita semua dapat keluar dari kondisi yang sulit. Jangan malah kita bertentangan satu sama lain yang membuka peluang organisasi tanpa bentuk itu masuk untuk mengacaukan negara. Saya menandai kelompok kiri mulai bergerak. NKRI harus dijaga. TNI harus dibantu dalam melaksanakan tugasnya,โ tegas KH Suyuti.
Ulama karismatik itu juga menjelaskan, dirinya dan Nurul Wathon akan terus mendukung pemerintah.
“Tidak hanya pemerintah Presiden Prabowo, tetapi juga pemerintah-pemerintah berikutnya. Kita harus membaktikan diri untuk bangsa dan negara. Nurul Wathon akan terus berjalan dan tidak boleh meminta dukungan dari pemerintah,โ ujarnya. (*/BilitonNews.co)





















Komentar