BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Tak semua orang menjalani hidup dengan peta yang jelas.
Ada yang sejak kecil sudah tahu ingin menjadi apa. Ada pula yang baru menemukan arah setelah tersesat cukup jauh.
Nopri (30) termasuk yang kedua.
Lulusan SMA PGRI Tanjungpandan tahun 2013 itu mengaku tak pernah memiliki cita-cita khusus ketika masih duduk di bangku sekolah.
Bahkan, pekerjaan yang kini dijalaninya selama sekitar 12 tahun di Bandara H AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, bermula dari sebuah keinginan yang muncul secara spontan.
“Saya tidak ada cita-cita waktu sekolah,” ujar Nopri kepada BilitonNews.co, Sabtu (5/9/2026).
Kini, setiap hari ia menggantungkan harapan di balik kemudi mobil.
Mengantar penumpang dari bandara, menjemput wisatawan, menyusuri jalan-jalan Belitung, hingga menunggu penerbangan berikutnya menjadi bagian dari kesehariannya.
Menariknya, menjadi sopir taksi bandara bukanlah rencana hidup yang sejak awal ia susun.
Tak Mau Kuliah, Justru Minta Dibelikan Mobil
Setelah lulus SMA pada 2013, keluarga Nopri sempat berharap ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Namun, Nopri memilih tidak kuliah.
Ia mengakui masa mudanya sempat diwarnai kenakalan dan kebiasaan mengonsumsi minuman keras.
Di tengah situasi itu, tiba-tiba muncul keinginannya untuk memiliki mobil.
Bukan untuk bergaya.
Ia ingin mobil itu digunakan untuk bekerja.
“Saya minta dibelikan mobil. Saya mau narik, mau jadi sopir di bandara,” tuturnya.
Saat itu, Nopri bahkan belum mengetahui banyak hal tentang dunia transportasi bandara.

Komentar