Akan tetapi, berdasarkan keterangan seorang sumber yang mengaku mengetahui langsung peristiwa tersebut, mobil Gran Max itu justru dikabarkan kembali diserahkan kepada pemiliknya pada malam hari.
“Masli ditangkap polisi pada malam hari. Saat penangkapan, mobil dibawa ke Polres, tetapi malam harinya dikeluarkan lagi,” ungkap sumber kepada BilitonNews.co.
Informasi pengembalian kendaraan tersebut menjadi bagian yang perlu mendapat penjelasan dari kepolisian.
Pasalnya, masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai status mobil tersebut selama proses penanganan perkara berlangsung.
Apakah kendaraan itu sempat dicatat sebagai barang bukti, bagaimana hasil pemeriksaan terhadap 17 dirigen Pertalite yang disebut diangkut menggunakan mobil tersebut, serta apa pertimbangan penyidik sehingga kendaraan dikabarkan dikembalikan pada malam yang sama.
Keterangan resmi kepolisian diperlukan agar informasi yang berkembang tidak memunculkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Publik Menunggu Transparansi Penanganan Perkara
Dua rangkaian informasi tersebut kini menjadi perhatian dalam upaya pengawasan distribusi BBM di Kabupaten Belitung.
BBM bersubsidi merupakan komoditas yang penyalurannya diatur negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dugaan penyimpangan distribusi harus ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.
Masyarakat tentu berharap setiap penindakan tidak berhenti pada pengamanan lokasi maupun pemeriksaan sejumlah orang. Lebih dari itu, perlu ada kejelasan mengenai hasil penyelidikan, status barang yang diamankan, serta perkembangan proses hukum.

Komentar