BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Pendidikan bukan hanya tentang angka yang tercatat di lembar evaluasi. Ia adalah proses panjang menyalakan cahaya pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan membangun masa depan dari ruang-ruang kelas.
Di tangan para guru, harapan generasi bangsa dirawat. Dari ketekunan mereka, lahir kemampuan membaca dunia, memahami kehidupan, dan menciptakan perubahan.
Semangat itulah yang menjadi napas Yayasan Adham Mirranda Indonesia (YAMI) saat menggelar Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi yang diikuti ratusan guru serta pegiat pendidikan dari berbagai wilayah, Senin (22/6/2026).
Bertempat di Gedung H. Ishak Zainudin, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan komitmen para pendidik untuk memperkuat fondasi pembelajaran sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Para guru hadir dengan semangat yang sama: mencari cara baru dalam mendidik agar anak-anak tidak hanya mampu membaca dan berhitung, tetapi juga mampu memahami, berpikir kritis, dan menemukan makna dalam setiap proses belajar.
Hadir sebagai narasumber nasional, Dr. Sumiarti, M.Pd, seorang penggerak literasi, penulis buku anak, dosen, peneliti, sekaligus profesional coach bidang Talent DNA.
Ia membawa pesan bahwa pendidikan yang berkualitas harus dibangun melalui ilmu, pengalaman, dan kepedulian.
Menurut Dr. Sumiarti, membangun budaya literasi merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi.
“Perjalanan ini sudah berjalan sekitar 18 tahun. Saya bergerak dari berbagai daerah, mulai dari Medan hingga Maluku, NTT, dan hampir seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya kepada BilitonNews.co usai kegiatan workshop.





















Komentar