Sementara itu, salah seorang pelanggan setia sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung, Saryadi, menilai keberadaan warung kopi memiliki fungsi sosial yang lebih luas dibanding sekadar tempat nongkrong.
Menurutnya, komunitas yang terbentuk di Warkop Singgah Ngupi menjadi nilai tambah yang membuat banyak orang betah berlama-lama.
“Di sini banyak teman bicara dan berdiskusi. Kalau di tempat lain mungkin berbeda-beda, tetapi di sini banyak yang sependapat dan bisa bertukar pikiran soal usaha, politik, maupun persoalan sosial,” ujarnya.
Saryadi menambahkan, para pengunjung yang datang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan.
Mulai dari wartawan, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi yang kerap memanfaatkan warung kopi sebagai ruang bertukar ide dan pengalaman.
“Kadang mereka bukan hanya duduk ngopi, tetapi juga berdiskusi soal pekerjaan dan berbagai persoalan yang sedang dihadapi,” katanya.
Dari sisi cita rasa, Saryadi mengibaratkan kopi yang disajikan memiliki kualitas yang layak dinikmati oleh berbagai kalangan.
“Kalau istilahnya kaki lima, tetapi rasanya bintang lima,” ucapnya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia berharap warung kopi tidak hanya menjadi tempat berkumpul semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
“Jadikanlah warung kopi sebagai media yang bermanfaat. Bukan hanya sekadar tempat nongkrong, tetapi juga tempat berbagi informasi dan gagasan yang positif,” pesannya.

Dengan suasana santai, fasilitas pendukung yang memadai, serta komunitas yang aktif berdiskusi, Warkop Singgah Ngupi perlahan menjelma menjadi salah satu ruang sosial yang hidup di Kota Tanjungpandan, tempat berbagai kalangan bertemu, bertukar pikiran, dan mempererat tali silaturahmi. (BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar