Belitung
Home ยป Berita ยป Baliho Valentine 2024 Masih Mejeng di HUT RI 2026, Pengawasan Belitung Dipertanyakan

Baliho Valentine 2024 Masih Mejeng di HUT RI 2026, Pengawasan Belitung Dipertanyakan

Baliho ucapan Hari Valentine yang disebut telah terpasang sejak 2024 masih terlihat di salah satu kawasan Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, hingga Agustus 2026. Foto baliho tersebut kembali menjadi sorotan setelah diunggah akun Facebook Ikhsan Ariwibowo, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Ikhsan Ariwibowo/Facebook)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Sebuah baliho berisi ucapan Hari Valentine yang disebut telah terpasang sejak 2024 kembali menjadi sorotan. Bukan karena pesannya, melainkan karena materi tersebut masih terlihat di salah satu kawasan Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, ketika masyarakat tengah memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Foto baliho tersebut kembali beredar di media sosial, mulai dari Facebook hingga sejumlah grup WhatsApp. Keberadaannya dipertanyakan karena materi yang ditampilkan dinilai telah jauh melewati momentum perayaannya.

Berdasarkan pantauan wartawan BilitonNews.co, baliho tersebut masih terlihat hingga Agustus 2026. Jika benar pertama kali dipasang pada 2024, berarti materi tersebut telah bertahan sekitar dua tahun di ruang publik.

Sorotan kembali mencuat setelah akun Facebook Ikhsan Ariwibowo mengunggah foto baliho tersebut pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Dalam unggahannya, ia menulis.

Bukan Sekadar Bawa Selempang, 3 Talent Josa Entertainment Siap Bawa Nama Babel ke Panggung Nasional

โ€œBeda keyakinan. Saat daerah lain di Indonesia mantap merayakan hari kemerdekaan, tempat kelahiran kita memilih hari Valentine. #harikemerdekaan.โ€

Unggahan itu kemudian memancing beragam respons warganet. Sebagian mempertanyakan mengapa baliho yang disebut sudah tidak relevan dengan momentum saat ini masih dibiarkan berada di ruang publik.

Sebagian lainnya menyoroti persoalan estetika serta penataan kawasan perkotaan Tanjungpandan.

Namun, jika dicermati lebih jauh, persoalan baliho tersebut sesungguhnya tidak berhenti pada soal isi pesan.

Pertanyaan yang lebih penting justru, bagaimana pengawasan terhadap reklame dan berbagai materi visual di ruang publik dijalankan?

Belitung Dilirik Peneliti Dunia, Riset Lebah Tiga Tahun Dorong Gagasan Pusat Riset Internasional

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer