Advertisement
Belitung
Home » Berita » Tiga Jam Berdiri di Bawah Terik Demi Seliter Pertalite, Tangis Ibu di Belitung: “Nak Makan Saja Susah”

Tiga Jam Berdiri di Bawah Terik Demi Seliter Pertalite, Tangis Ibu di Belitung: “Nak Makan Saja Susah”

Potret Sherli saat bertahan di tengah antrean panjang BBM. Di bawah terik matahari, ia menunggu giliran demi mendapatkan beberapa liter Pertalite untuk kebutuhan keluarganya, Senin (21/9/2026). (BilitonNews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Bukan uang jutaan rupiah yang sedang ia cari. Bukan pula kemewahan yang ia tuntut.

Seorang ibu rumah tangga bernama Sherli hanya ingin mendapatkan beberapa liter Pertalite agar sepeda motornya bisa kembali berjalan.

Namun untuk mendapatkannya, ia harus berdiri dan menunggu berjam-jam di tengah antrean panjang, di bawah terik matahari.

Dan di situlah, keluh kesah seorang ibu kecil dari Belitung berubah menjadi jeritan hati.

Ya Allah, di mana letak keadilan pada masyarakat lemah seperti kami ini”

Antrean Pertalite Masih Terjadi, Pemkab Belitung Ajukan Tambahan Kuota hingga 127.750 KL Setahun

Kalimat itu disampaikan Sherli kepada wartawan BelitongNews.co, Senin (21/9/2026).

Pagi itu, Sherli meninggalkan rumahnya di Jalan Sijuk, Desa Aik Merbau, Tanjungpandan, Belitung, untuk mengantar anaknya ke sekolah.

Seperti ibu lainnya, ia hanya ingin memastikan anaknya sampai di sekolah tepat waktu.

Namun perjalanan itu terhenti ketika bensin sepeda motornya habis.

Sherli kemudian mendorong motornya menuju SPBU terdekat.

Seminggu Tak Melaut, Nelayan Baro Belitung Terpaksa Parkirkan Perahu, Pertalite Langka: Dapur Kami Terancam

Ia mungkin mengira persoalan akan selesai setelah tiba di SPBU.

Ternyata, justru perjuangan baru dimulai.

Antrean kendaraan sudah terbentang panjang.

Sherli berdiri di sana dengan anak yang harus segera sekolah.

Di depannya ada kendaraan yang menunggu.

Seminar YBWC Belitung di SMAN 1 Sijuk Bahas Seks Bebas, Pernikahan Dini hingga Literasi Keuangan

Di belakangnya ada kendaraan lain yang juga berharap mendapatkan BBM.

Sementara sepeda motornya kehabisan bensin.

Dalam situasi tersebut, Sherli akhirnya mengambil keputusan.

Ia menitipkan motornya kepada pengendara di sebelahnya.

“Bang, tolong ikut geser motor antrean saya ini ye. Aku izin pergi sebentar untuk ngantar anak aku sekolah.”

Laman: 1 2 3 4

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *