BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Bukan uang jutaan rupiah yang sedang ia cari. Bukan pula kemewahan yang ia tuntut.
Seorang ibu rumah tangga bernama Sherli hanya ingin mendapatkan beberapa liter Pertalite agar sepeda motornya bisa kembali berjalan.
Namun untuk mendapatkannya, ia harus berdiri dan menunggu berjam-jam di tengah antrean panjang, di bawah terik matahari.
Dan di situlah, keluh kesah seorang ibu kecil dari Belitung berubah menjadi jeritan hati.
“Ya Allah, di mana letak keadilan pada masyarakat lemah seperti kami ini”
Kalimat itu disampaikan Sherli kepada wartawan BelitongNews.co, Senin (21/9/2026).
Pagi itu, Sherli meninggalkan rumahnya di Jalan Sijuk, Desa Aik Merbau, Tanjungpandan, Belitung, untuk mengantar anaknya ke sekolah.
Seperti ibu lainnya, ia hanya ingin memastikan anaknya sampai di sekolah tepat waktu.
Namun perjalanan itu terhenti ketika bensin sepeda motornya habis.
Sherli kemudian mendorong motornya menuju SPBU terdekat.
Ia mungkin mengira persoalan akan selesai setelah tiba di SPBU.
Ternyata, justru perjuangan baru dimulai.
Antrean kendaraan sudah terbentang panjang.
Sherli berdiri di sana dengan anak yang harus segera sekolah.
Di depannya ada kendaraan yang menunggu.
Di belakangnya ada kendaraan lain yang juga berharap mendapatkan BBM.
Sementara sepeda motornya kehabisan bensin.
Dalam situasi tersebut, Sherli akhirnya mengambil keputusan.
Ia menitipkan motornya kepada pengendara di sebelahnya.
“Bang, tolong ikut geser motor antrean saya ini ye. Aku izin pergi sebentar untuk ngantar anak aku sekolah.”

Komentar