BILITONNEWS.C0 — Di balik gemerlap industri timah yang selama puluhan tahun menjadi denyut ekonomi Kepulauan Bangka Belitung, masih tersimpan pertanyaan besar dari masyarakat, kapan manfaat kekayaan alam itu benar-benar kembali dirasakan oleh daerah penghasil.
Berbagai langkah penataan sektor pertambangan telah dilakukan pemerintah, termasuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) oleh Presiden untuk memperkuat penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran pertambangan.
Namun, hingga kini sebagian masyarakat menilai perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivis Belitung, Pifin Heriyanto, mengatakan masyarakat mengapresiasi upaya pemerintah dalam membenahi tata kelola pertambangan.
Meski demikian, menurutnya, keberhasilan tidak hanya dapat diukur dari banyaknya operasi penindakan, melainkan dari dampak nyata yang hadir bagi masyarakat dan lingkungan.
“Tata kelola pertambangan memang sudah dilakukan, termasuk dengan pembentukan Satgas oleh Presiden.
Tetapi sampai hari ini masyarakat Bangka Belitung belum melihat perubahan yang signifikan. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan dan penyitaan, harus ada manfaat yang kembali dirasakan rakyat,” kata Pifin kepada BilitonNews.co, Jumat (7/8/2026).
Menurut Pifin, Bangka Belitung selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi negara melalui sektor timah. Namun, masyarakat di daerah tersebut juga harus menghadapi berbagai dampak akibat aktivitas pertambangan, mulai dari perubahan bentang alam hingga persoalan pemulihan lingkungan.



Komentar