Deska mengungkapkan bahwa sejak hari pertama, jumlah pendaftar melalui jalur domisili di SMA Negeri 1 Tanjungpandan telah mencapai ratusan orang.
Kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar mengingat sekolah tersebut masih menjadi tujuan utama masyarakat.
Meski demikian, seluruh proses seleksi tetap akan mengikuti ketentuan daya tampung yang telah ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 100.3.3/121/Dindik/2026 tanggal 11 Mei 2026 tentang Daya Tampung Satuan Pendidikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Daya Tampung SMA Negeri di Wilayah V
Di Kabupaten Belitung, total daya tampung SMA Negeri mencapai 936 kursi, terdiri atas:
- SMA Negeri 1 Tanjungpandan: 288 siswa
- SMA Negeri 2 Tanjungpandan: 288 siswa
- SMA Negeri 1 Membalong: 216 siswa
- SMA Negeri 1 Sijuk: 144 siswa
Sementara di Kabupaten Belitung Timur tersedia 1.152 kursi, meliputi:
- SMA Negeri 1 Manggar: 324 siswa
- SMA Negeri 1 Kelapa Kampit: 252 siswa
- SMA Negeri 1 Gantung: 252 siswa
- SMA Negeri 1 Simpang Pesak: 180 siswa
- SMA Negeri 1 Damar: 144 siswa
Daya Tampung SMK Negeri
Untuk jenjang SMK Negeri di Kabupaten Belitung tersedia 1.368 kursi, terdiri atas:
- SMK Negeri 1 Tanjungpandan: 324 siswa
- SMK Negeri 2 Tanjungpandan: 324 siswa
- SMK Negeri 3 Tanjungpandan: 288 siswa
- SMK Negeri 1 Badau: 216 siswa
- SMK Negeri 1 Sijuk: 144 siswa
- SMK Negeri 1 Selat Nasik: 72 siswa
Sedangkan Kabupaten Belitung Timur menyediakan 608 kursi, yakni:
- SMK Negeri 1 Manggar: 324 siswa
- SMK Negeri 1 Kelapa Kampit: 144 siswa
- SMK Negeri 1 Simpang Renggiang: 140 siswa
Di luar sekolah negeri, masyarakat juga memiliki pilihan pada sejumlah SMA swasta yang secara keseluruhan menyediakan ratusan kursi tambahan sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Belitung.
SPMB 2026 bukan sekadar proses administrasi tahunan. Di balik angka-angka daya tampung dan sistem seleksi digital, tersimpan harapan ribuan keluarga yang menanti satu pintu terbuka menuju masa depan.
Pemerintah berharap seluruh proses berlangsung jujur, transparan, dan memberi kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk melanjutkan pendidikan sesuai kemampuan dan haknya. (BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar