BILITONNEWS.CO, KARAWANG – Riak polemik dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Gedung Serbaguna Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) terus bergulir.
Di tengah tuntutan transparansi yang disuarakan masyarakat sipil, muncul ketegangan baru yang dinilai mencederai ruang dialog dan kebebasan menyampaikan pendapat.
Ketua Umum DPP LSM PMPR Indonesia, Rohimat atau yang akrab disapa Kang Joker, melontarkan kritik keras terhadap sikap seorang oknum pejabat UNSIKA yang disebut menunjukkan respons berlebihan terhadap upaya kontrol sosial yang dilakukan organisasinya.
Bagi Kang Joker, kampus semestinya menjadi rumah bagi nalar dan keterbukaan, tempat kritik dipandang sebagai energi perbaikan, bukan ancaman yang harus dihadapi dengan narasi konfrontatif.
Persoalan bermula ketika DPP LSM PMPRI menyampaikan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa terkait dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta dugaan manipulasi Kemampuan Dasar (KD) dalam proses tender pembangunan Gedung Serbaguna yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Namun, alih-alih memperoleh tanggapan administratif yang substantif, pihak PMPRI mengaku menemukan berbagai narasi di media sosial yang dinilai berupaya membangun opini seolah kritik masyarakat merupakan serangan terhadap institusi pendidikan tersebut.
“Kami sangat menyayangkan narasi #BelaUnsika yang dibangun. Yang merusak citra sebuah perguruan tinggi bukanlah kritik publik, melainkan apabila benar terjadi penyimpangan yang tidak pernah dijelaskan secara transparan kepada masyarakat,” ujar Kang Joker dalam rilisnya pada BilitonNews.co, Kamis (10/6/2026) malam.





















Komentar