Menurut dia, unsur rumah adat, ukiran kayu, hingga simbol flora dan fauna daerah dapat dihadirkan di area terminal.
“Ornamen yang mencerminkan Belitung bisa ditampilkan, seperti ukiran kayu, simpor, keremunting, sampai tarsius yang merupakan hewan khas Belitung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Vina juga menanggapi persoalan penataan kawasan wisata Pantai Tanjung Tinggi yang dinilai masih menjadi keluhan pelaku usaha wisata.
Menurut dia, penyelesaian persoalan di kawasan tersebut memerlukan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemilik lahan karena area itu bukan sepenuhnya milik pemerintah.
“Ini perlu duduk bersama antara pemilik lahan dengan pemerintah daerah untuk mencari skema kerja sama yang baik dan saling menguntungkan,” katanya.
Vina optimistis seluruh pihak memiliki kepentingan yang sama untuk memajukan sektor pariwisata Belitung.
Sebab, peningkatan pariwisata diyakini akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun pemilik lahan di kawasan wisata tersebut. (BilitonNews.co/Gumay)




Komentar