BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Tarsius Center Indonesia (TCI) bersama kelompok masyarakat bakau ,menanam 2.500 bibit mangrove di Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/5/2026).
Project Manager TCI, Ade Afrilian Saputra, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga fungsi lahan pesisir dan mencegah banjir.
“Ini merupakan tugas bersama antara TCI dan masyarakat untuk melindungi wilayah pesisir dari degradasi lahan serta risiko banjir,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, kelompok masyarakat akan terus melakukan pemantauan dan perawatan mangrove secara rutin hingga 2028. Pemantauan dilakukan setiap bulan, termasuk mengganti atau menyulam bibit yang mati.
“Setiap bulan akan dimonitoring. Mangrove yang mati akan diganti hingga 2028, dengan harapan seluruh tanaman dapat tumbuh baik dan menjadi habitat bagi ekosistem pesisir seperti udang dan kepiting,” katanya.
Desa Juru Seberang dipilih karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota Tanjungpandan. Keberadaan mangrove di wilayah ini dinilai penting sebagai benteng alami untuk mencegah kerusakan lingkungan.
“Jika mangrove di sini hilang, bukan tidak mungkin Tanjungpandan akan terdampak degradasi lahan dan banjir,” ungkap Ade.

Secara keseluruhan, TCI menargetkan penanaman 18.750 bibit mangrove jenis Rhizophora yang dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Selain di Desa Juru Seberang, penanaman juga dilakukan di Desa Gantung, Belitung Timur. Program ini mencakup enam desa intervensi, yakni Juru Seberang, Lasar, Perpat, Buding, serta beberapa desa di Belitung Timur.




Komentar