Belitung
Home » Berita » Rudianto Tjen Bongkar Masalah Klasik Wisata Belitung: Penerbangan Terlalu Pagi dari Singapura

Rudianto Tjen Bongkar Masalah Klasik Wisata Belitung: Penerbangan Terlalu Pagi dari Singapura

Anggota DPR RI Rudianto Tjen berbicara kepada awak media di Kongdjie Coffee, Belitung, membahas pariwisata dan jadwal penerbangan Singapura–Belitung.
Rudianto Tjen saat pertemuan dengan jurnalis di Belitung menyoroti pentingnya perbaikan konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Anggota DPR RI Rudianto Tjen mendorong evaluasi serius terhadap jadwal penerbangan internasional Singapura–Belitung yang dinilai belum ideal untuk mendukung lonjakan wisatawan.

Ia menegaskan, jika konektivitas udara tidak diperbaiki, maka ambisi menjadikan Belitung sebagai destinasi unggulan Indonesia bagian barat akan sulit tercapai.

Di tengah upaya kebangkitan sektor pariwisata Belitung dan Belitung Timur, Rudianto Tjen menilai ada satu “kunci penting” yang belum bekerja maksimal, akses penerbangan internasional.

Dalam pertemuan bersama awak media di Kongdjie Coffee, Kabupaten Belitung, Kamis (7/5/2026), ia menyoroti jadwal penerbangan dari Singapura ke Belitung yang dinilai terlalu pagi sehingga kurang ramah bagi wisatawan.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada rendahnya tingkat keterisian penumpang.

116 Ribu Pelanggan Manfaatkan Diskon Tambah Daya PLN, Listrik Rumah Makin Andal dan Nyaman

Wisatawan dari Singapura, kata dia, harus berangkat sangat dini hari untuk mengejar jadwal penerbangan, sehingga minat perjalanan menjadi terbatas.

“Kalau harus berangkat subuh dari Singapura, tentu tidak semua wisatawan mau. Ini harus dievaluasi,” ujarnya.

Rudianto menilai pemerintah daerah telah memiliki langkah yang tepat dalam mendorong promosi pariwisata. Namun tanpa dukungan konektivitas yang memadai, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal.

Ia pun mendorong adanya negosiasi ulang dengan pihak maskapai agar jadwal penerbangan bisa disesuaikan dengan pola perjalanan wisatawan internasional.

Dengan begitu, Belitung bisa lebih mudah diakses dan menarik lebih banyak kunjungan.

Bahar Buasan Dorong Transformasi Ekonomi Belitung: “3+2” Jadi Kunci Pasca Timah

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *