Lebih jauh, ia optimistis Belitung dan Belitung Timur memiliki peluang besar untuk kembali bersinar seperti masa kejayaannya, ketika kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit di Indonesia.
“Ini baru langkah awal. Kalau dikelola serius, Belitung bisa jadi pusat pariwisata Indonesia bagian barat,” katanya.
Rudianto juga membuka opsi penambahan frekuensi penerbangan dari Singapura ke Belitung. Menurutnya, pasar wisata yang besar di kawasan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan lebih maksimal.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa operasional penerbangan internasional membutuhkan biaya besar.
Karena itu, ia mendorong adanya terobosan pembiayaan, termasuk kemungkinan dukungan dari sektor swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kalau APBD terbatas, CSR bisa jadi alternatif untuk mendukung konektivitas ini,” ujarnya.
Dengan perbaikan akses udara dan strategi promosi yang tepat, Rudianto optimistis Belitung dapat kembali menjadi magnet wisata unggulan yang diperhitungkan di tingkat internasional.
(BilitonNews.co/Gumay)




Komentar