“Saya secara pribadi tidak akan meninggalkan Seliu. Saya tetap akan mendukung setiap upaya pembangunan. Tinggal bagaimana program-program yang sudah berjalan ini dapat diteruskan oleh kepala desa berikutnya,” katanya.
Pada Oktober mendatang, masyarakat Desa Seliu akan menentukan arah masa depan melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Belitung 2026. Tiga kandidat akan menawarkan gagasan, visi, dan program terbaik kepada masyarakat.
Namun, di balik dinamika demokrasi tersebut, Edyar mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan semata-mata soal siapa yang memperoleh suara terbanyak.
Kemenangan sesungguhnya adalah ketika masyarakat tetap bersatu, persaudaraan tetap terjaga, dan pembangunan desa terus berjalan tanpa terhambat oleh perpecahan.
Sebagai desa kepulauan, Seliu masih menghadapi berbagai tantangan. Kondisi geografis menghadirkan keterbatasan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, hingga penguatan perekonomian masyarakat.
Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan pemerintah pusat terus diperkuat agar berbagai program strategis dapat direalisasikan.
“Harapan ke depan tentu membutuhkan dukungan yang kuat dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar pembangunan strategis yang telah direncanakan benar-benar dapat terwujud,” ujarnya.
Menurut Edyar, pembangunan sejati bukan hanya menghadirkan jalan yang lebih baik, dermaga yang lebih kokoh, atau bangunan yang lebih megah. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan keyakinan kepada generasi muda bahwa masa depan dapat dibangun dari tanah kelahirannya sendiri.





















Komentar