BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Di sebuah pulau yang setiap pagi disapa matahari dari ufuk timur dan setiap senja dipeluk angin pesisir, waktu terus bergerak membawa perubahan. Di Pulau Seliu, perubahan itu kini hadir dalam sebuah momentum penting, estafet kepemimpinan.
Bagi Kepala Desa Seliu, Edyar, November 2026 bukan sekadar penanda berakhirnya masa jabatan.
Setelah memimpin sejak 2011, ia memaknai akhir pengabdian bukan sebagai garis penutup, melainkan awal bagi babak baru pembangunan desa yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama 15 tahun terakhir.
Lima belas tahun bukan sekadar hitungan waktu. Di dalamnya tersimpan berbagai keputusan, kerja keras, harapan yang ditanam, hingga cita-cita yang belum seluruhnya sempat diwujudkan.
Karena itu, menjelang akhir masa jabatannya, Edyar memilih meninggalkan pesan, bukan pujian meninggalkan harapan, bukan sekadar kenangan.
“Saatnya kita melakukan kaderisasi untuk Desa Seliu. Kita harus membangun sistem pemerintahan yang baru, birokrasi yang lebih baik, serta administrasi yang semakin tertata agar Seliu dapat terus berkembang,” ujar Edyar kepada BilitonNews.co, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, pergantian kepala desa bukan hanya pergantian sosok yang duduk di kursi pemerintahan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan arah pembangunan tetap terjaga, cita-cita masyarakat terus hidup, serta berbagai program yang telah dirintis dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.
Edyar menegaskan, pengabdiannya kepada Pulau Seliu tidak akan berhenti ketika masa jabatannya berakhir. Jabatan boleh usai, tetapi kecintaan terhadap kampung halaman, katanya, tidak mengenal batas waktu.





















Komentar