Ia berharap Polman tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi yang mampu mengangkat nama Bangka Belitung.
Rudianto kemudian menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa.
Menurut dia, kemajuan teknologi harus diikuti keberanian untuk menghasilkan sesuatu.
Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna perkembangan digital, tetapi harus mampu menjadi bagian dari pencipta perubahan.
Terlebih setelah menyelesaikan pendidikan, para mahasiswa akan kembali berada di tengah masyarakat dengan membawa ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh.
“Ketika nanti mereka sudah keluar dari politeknik ini mereka harus terjun ke masyarakat, menghasilkan sesuatu untuk masyarakat tentunya di bidang teknologi atau apa namanya, sesuatu yang betul-betul bisa mengangkat harkat dan martabat serta ekonomi Bangka Belitung,” ujarnya.
Ia menekankan, ilmu pengetahuan akan memiliki nilai lebih ketika mampu diterjemahkan menjadi karya yang memberi manfaat nyata.
Bagi Rudianto, teknologi seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari lingkungan sosialnya. Sebaliknya, teknologi harus menjadi jembatan untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.
Sementara itu, Direktur Polman Negeri Babel I Made Andik Setiawan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rudianto Tjen, Anggota DPD RI Bahar Buasan, Anggota DPRD Babel Imam Wahyudi, serta para undangan dalam kegiatan tersebut.
Andik mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, legislatif, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan teknologi.

Komentar