“Rapat terakhir itu semuanya dikembalikan ke regulasi Baznas,” katanya.
Antonio menjelaskan, dari sisi Baznas, Noval disebut direkomendasikan untuk mengajukan cuti hingga terdapat kepastian mengenai statusnya sebagai calon kepala desa terpilih.
“Kalau dari segi Baznas, dia direkomendasikan untuk mengajukan cuti sampai nanti jadi calon terpilih,” ujarnya.
Dengan demikian, persoalan pencalonan Noval Syaihendra kini berada pada dua ranah yang perlu dibedakan secara jelas, ketentuan pelaksanaan Pilkades dan aturan internal maupun regulasi yang mengatur kedudukan pimpinan Baznas.
Perbedaan ranah regulasi tersebut menjadi penting agar polemik tidak berkembang menjadi kesimpulan bahwa pencalonan seseorang otomatis bertentangan dengan aturan hanya karena adanya jabatan lain yang sedang diemban.
Untuk memastikan persoalan ini tidak menimbulkan tafsir yang berbeda di tengah masyarakat, dokumen resmi, regulasi Baznas, ketentuan Pilkades, serta keterangan Pemerintah Kabupaten Belitung dan Baznas tetap menjadi rujukan utama.
Sebab, di tengah kontestasi politik desa yang menyangkut kepentingan masyarakat secara langsung, kepastian hukum semestinya menjadi pijakan utama bukan sekadar persepsi.
(BilitonNews.co/Gumay)


Komentar