Rosmayanti juga mengaku pernah membaca pernyataan dalam grup arisan yang menurutnya bernada ancaman dan merendahkan, termasuk pernyataan mengenai kemungkinan dilaporkan dan masuk penjara.
“Kalau memang mau melapor, ya melapor saja. Daripada diancam seperti itu dan dibully,” katanya.
Musniah Persoalkan Ibu Ikut Direkam
Keluhan serupa disampaikan Musniah.
Ia mengatakan M mendatangi rumahnya di Desa Dukong pada hari yang sama. Musniah mengaku terkejut karena ibunya yang berada di halaman rumah disebut ikut terekam.
Menurut Musniah, ibunya tidak mengetahui secara mendalam persoalan pembayaran arisan yang sedang dihadapinya.
“Ibu saya tidak tahu masalahnya. Kenapa harus divideo?” ujar Musniah.
Musniah mengakui pembayaran arisan sempat mengalami kendala. Namun, ia menegaskan keterlambatan tersebut bukan karena berniat menghindari kewajiban.
Menurutnya, pembayaran sebelumnya relatif lancar. Kendala mulai terjadi ketika memasuki nomor arisan berikutnya sehingga pembayaran dilakukan secara bertahap.
Ia juga mengaku video yang menurutnya direkam ketika M berada di rumah kemudian dibagikan ke grup arisan.
Reny Keberatan Menantu Dihubungi
Sementara Reny Octovia mengaku semakin tidak nyaman setelah M berupaya menghubungi orang-orang yang memiliki hubungan dengan keluarganya.
Reny mengatakan M sempat mendatangi rumahnya. Karena tidak bertemu langsung, menurut Reny, M kemudian berupaya mencari keberadaannya dan menghubungi pihak lain.
Reny mengaku M bahkan menghubungi menantunya yang merupakan anggota Polri untuk menanyakan persoalan pembayaran arisan.


Komentar