BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Perselisihan pembayaran arisan di Kabupaten Belitung berujung pada keluhan tiga peserta yang mengaku merasa tidak nyaman setelah didatangi ketua arisan berinisial M ke kediaman mereka.
Ketiga peserta tersebut yakni Reny Octovia, Musniah, dan Rosmayanti. Mereka mempersoalkan cara penagihan yang dilakukan M, terutama setelah kunjungan ke rumah masing-masing pada Rabu (12/8/2026).
Ketiganya mengakui adanya keterlambatan pembayaran arisan. Namun, mereka meminta persoalan tersebut diselesaikan secara proporsional tanpa melibatkan keluarga maupun mempermalukan peserta di lingkungan tempat tinggal.
Rosmayanti Kecewa Rumah Didatangi
Rosmayanti mengatakan M mendatangi kediamannya di Desa Air Saga, Tanjungpandan.
Ia mengaku tidak nyaman lantaran terdapat aktivitas yang menurutnya merupakan perekaman video di sekitar rumah.
Rosmayanti menegaskan persoalan pembayaran arisan tetap menjadi tanggung jawabnya. Namun, ia keberatan apabila persoalan tersebut dibawa ke lingkungan tempat tinggal dan diketahui anggota grup lainnya.
“Kecewa dalam arisan ini. Jangan share-share rumah begitu. Kalau disuruh datang ke butik, kami datang,” ujar Rosmayanti kepada BilitonNews.co, Kamis (13/8/2026).
Rosmayanti mengungkapkan dirinya memperoleh dana arisan sekitar Rp20 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp14 juta langsung digunakan untuk membayar utang kepada M sehingga dana yang diterimanya secara langsung sekitar Rp6 juta.
Ia mengakui terdapat keterlambatan pembayaran pada salah satu nomor arisan. Menurutnya, masih ada sisa sekitar Rp800 ribu yang berusaha dicicil.


Komentar