Ia berharap adanya kebijakan yang lebih adil dan stabil, sehingga siswa dari wilayah sekitar tetap memiliki kesempatan yang proporsional untuk diterima di sekolah tujuan.
Fenomena ini kembali menegaskan bahwa SPMB bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan cerminan dari dinamika pendidikan antara harapan, keterbatasan ruang belajar, dan kebutuhan akan sistem yang lebih transparan serta berkeadilan.
Di balik angka-angka pendaftar dan kuota yang terbatas, tersimpan harapan kecil para orang tua agar setiap anak tetap memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan melangkah di sekolah impian mereka. (BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar