Nana Adham Murry yang juga menjabat Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kepulauan Bangka Belitung, serta merupakan istri dari Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Miranda, menambahkan bahwa YAMI juga telah melaksanakan berbagai kegiatan serupa di luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku Utara.
Menurutnya, perluasan wilayah program menunjukkan bahwa pendekatan yang dikembangkan YAMI bersifat nasional dan adaptif terhadap kebutuhan daerah, khususnya wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang beragam.
Dalam pelaksanaannya, YAMI menghadapi tantangan tersendiri, terutama terkait aksesibilitas peserta yang berasal dari wilayah kepulauan.
Sebagian peserta harus menempuh perjalanan jauh, bahkan dengan biaya mandiri, demi dapat mengikuti kegiatan tersebut. Namun demikian, antusiasme peserta tetap tinggi.
“Peserta sangat antusias, meskipun ada yang berasal dari pulau-pulau dan harus menempuh perjalanan jauh. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Nana.

Kegiatan ini juga diperkuat melalui kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan di wilayah pelaksanaan program.
Langkah ini bertujuan memastikan hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di satuan pendidikan masing-masing, sehingga tidak berhenti pada tahap pelatihan semata.
Melalui program literasi dan numerasi ini, YAMI berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.





















Komentar