Mutasi tersebut merupakan gelombang ketiga setelah dua rotasi sebelumnya pada 2 dan 10 Oktober 2026.
Pada mutasi 2 Oktober 2026, sebanyak 88 perwira tinggi dan perwira menengah dilaporkan mengalami pergantian jabatan. Sementara mutasi 10 Oktober 2026 mencakup 199 personel.
Dengan demikian, total mutasi pada dua gelombang pertama mencapai 287 personel. Adapun mutasi 12 Oktober 2026 kembali menambah daftar pergeseran jabatan di tubuh Polri.
Bagian dari Dinamika Organisasi
Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri, termasuk penyesuaian penugasan personel berdasarkan kebutuhan institusi.
Dalam rotasi terbaru ini, pergantian jabatan tidak hanya mencakup fungsi penyidikan tindak pidana ekonomi khusus, tetapi juga bidang hubungan internasional, pendidikan kepolisian, serta pelayanan dan penegakan hukum di tingkat kewilayahan.
Pergantian Ade Safri Simanjuntak oleh Suhasto menjadi salah satu perubahan yang menonjol dalam mutasi tersebut. Sementara Ade Safri mendapat penugasan baru di Sespim Lemdiklat Polri, Suhasto dipercaya memimpin Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
(*/BilitonNews.co/Gumay)

Komentar