Meski musim durian tahun ini cukup baik dari sisi pasokan, David mengakui kondisi penjualan belum sebaik tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi omzet para pedagang.
“Kalau dibanding tahun lalu jauh berbeda. Daya beli masyarakat sekarang berkurang. Kondisi ekonomi juga terasa lebih lemah,” ungkapnya.
Meski demikian, harapan tetap menjadi pegangan para pedagang musiman tersebut. Setiap hari mereka membuka lapak sejak pukul 13.00 WIB hingga menjelang tengah malam, menunggu pembeli yang datang mencari durian segar khas Belitung.
“Harapannya tentu semoga dagangan laku dan rezeki lancar,” katanya singkat.
David mengaku sudah cukup lama menjajakan durian di kawasan Jalan Gajah Mada. Sebelum berjualan di lokasi saat ini, ia pernah membuka lapak di kawasan terminal dan telah menjalani profesi tersebut sejak sekitar tahun 2012 atau 2013.
Lebih dari sekadar mencari keuntungan, pekerjaan sebagai pedagang durian musiman menurutnya merupakan bentuk tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Di balik kesan santai menunggu pembeli di bawah tenda pinggir jalan, terdapat ketekunan dan kesabaran yang tidak banyak terlihat oleh orang yang melintas.
Di tengah terik siang dan sepinya pembeli pada waktu-waktu tertentu, para penjual durian tetap bertahan. Mereka percaya bahwa setiap musim memiliki cerita dan setiap buah yang terjual adalah bagian dari harapan yang terus dijaga.
Bagi para pedagang musiman di trotoar Jalan Gajah Mada itu, musim durian bukan hanya soal jual beli buah. Ia juga menjadi kisah tentang kerja keras, ketahanan menghadapi perubahan ekonomi, dan keyakinan bahwa rezeki akan datang kepada mereka yang sabar menunggu. (BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar