Ekonomi Bisnis
Home » Berita » Menanti Rezeki di Bawah Tenda: Kisah Penjual Durian Musiman di Trotoar Jalan Gajah Mada Tanjungpandan

Menanti Rezeki di Bawah Tenda: Kisah Penjual Durian Musiman di Trotoar Jalan Gajah Mada Tanjungpandan

Jajaran buah durian hasil panen dari wilayah Petaling, Selat Nasik, dipajang di lapak pedagang musiman di trotoar Jalan Gajah Mada, tepat di depan Rumah Dinas Bupati Belitung, Tanjungpandan, Kamis (25/6). (BilitonNews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN  – Di bawah tenda sederhana yang berdiri di trotoar Jalan Gajah Mada, tepat di depan Rumah Dinas Bupati Belitung, dua penjual durian tampak setia menunggu datangnya pembeli.

Seorang di antaranya bahkan terlihat berbaring santai di sela waktu senggang, sembari menjaga tumpukan durian yang menjadi sumber penghidupan musiman mereka.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata perjuangan pedagang durian lokal yang berharap musim panen tahun ini membawa berkah, meski kondisi ekonomi dinilai belum sepenuhnya pulih dan daya beli masyarakat masih melemah.

Salah seorang penjual durian, David, warga Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan, mengatakan dirinya telah berjualan durian di lokasi tersebut selama sekitar tiga pekan terakhir.

Baginya, menjual durian bukanlah pekerjaan baru, melainkan profesi yang sudah lama digeluti secara turun-temurun ketika musim panen tiba.

Sekolah Favorit Belitung! Kuota SMPN 3 Tanjungpandan Terlampaui Sejak Awal Pendaftaran

“Memang dari dulu jual durian. Ini pekerjaan musiman,” ujar David saat ditemui BilitonNews.co, Kamis (25/6).

Durian yang dijual David berasal dari wilayah Petaling, Kecamatan Selat Nasik, salah satu daerah penghasil durian di Kabupaten Belitung. Menurutnya, kualitas dan cita rasa durian dari setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri yang sering menjadi pertimbangan para pembeli.

“Kalau soal rasa tergantung selera pembeli. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing,” katanya.

Untuk harga, David menjelaskan bahwa durian dijual berdasarkan ukuran buah. Durian berukuran kecil dibanderol mulai Rp50 ribu per buah, sedangkan ukuran yang lebih besar bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

Pernyataan Belasungkawa Gumay atas Wafatnya AKBP Feri Arnadi dan Mariko

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer