News
Home » Berita » Kaca Mobil Pimpinan Redaksi Belitung TV Dipecahkan OTK, Rentetan Insiden Misterius Kembali Terjadi

Kaca Mobil Pimpinan Redaksi Belitung TV Dipecahkan OTK, Rentetan Insiden Misterius Kembali Terjadi

Kaca belakang mobil milik Pimpinan Redaksi Belitung Televisi Berita, Fachruddin Victory, pecah diduga akibat aksi perusakan oleh orang tak dikenal saat terparkir di depan Studio BTB, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan, Selasa (9/6/2026) pagi. (BilitonNews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN — Peristiwa tidak menyenangkan kembali menimpa insan pers di Belitung. Kendaraan pribadi milik Pimpinan Redaksi Belitung Televisi Berita (BTB), Fachruddin Victory atau yang akrab disapa Atup, menjadi sasaran perusakan oleh orang tak dikenal (OTK), Selasa (9/6/2026) pagi.

Kaca bagian belakang mobil jenis Daihatsu Ayla berwarna merah milik Fachruddin ditemukan dalam kondisi pecah saat terparkir di depan Studio Belitung Televisi Berita (BTB) di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan.

Insiden tersebut menambah daftar kejadian yang sebelumnya pernah dialami pihak Belitung TV dalam beberapa bulan terakhir. Kepada BilitonNews.co, Fachruddin mengungkapkan bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, pada Desember 2025 lalu, kaca samping Studio Belitung TV juga pernah dipecahkan oleh pihak yang tidak dikenal.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Februari 2026, kembali terjadi peristiwa mencurigakan ketika seseorang mengenakan kupluk dan masker datang menggedor-gedor pintu studio pada malam hari.

Kaca Mobil Dipecahkan OTK, Pimpinan Redaksi Belitung TV Resmi Lapor ke Polres Belitung

“Namun saat itu tidak ada yang rusak dan memang kondisi malam hari tidak ada orang yang berada di dalam studio BTB,” ujar Fachruddin.

Kini, setelah rentetan kejadian tersebut, aksi perusakan kembali terjadi dengan sasaran kendaraan pribadinya yang berada di lingkungan kantor media.

Fachruddin mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.

Ia mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai motif pelaku. Namun sebagai seorang jurnalis, dirinya menyadari bahwa profesi yang dijalani memiliki risiko tersendiri, termasuk kemungkinan munculnya pihak-pihak yang merasa tidak senang terhadap pemberitaan.

Operasi Patuh 2026 Ditunda, Kakorlantas: Masih Menunggu Hasil Evaluasi dan Arahan Pimpinan

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer