Setibanya di Manggar, mereka yang tidak punya sanak saudara biasanya tinggal di mess yang sudah disediakan oleh desa, selain itu mereka juga harus berusaha memenuhi kebutuhan hidup, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.
Keadaaan tersebut menjadi pertimbangan yang cukup berat untuk melanjutkan pendidikan, terutama bagi keluarga yang penghasilannya tidak menentu.
Penyediaan tempat tinggal atau mess bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan pasca sekolah dasar merupakan sebuah bentuk kepedulian dari Pemerintah Desa yang patut diapresiasi.
Sayangnya, upaya yang dilakukan belum sepenuhnya menjawab permasalahan yang ada. Daya tampung mess yang hanya tersedia 4 kamar, tentu tidak sejalan dengan banyaknya anak yang ingin melanjutkan pendidikan.Anak-anak yang tidak dapat tinggal di mess biasanya memilih tinggal di rumah saudara bagi mereka yang memiliki kerabat.
Sementara itu, bagi anak-anak yang tidak memiliki saudara, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memperoleh tempat tinggal selama menempuh pendidikan.
Persoalan yang ada menunjukan bahwa hambatan untuk melanjutkan pendidikan tidak hanya berhenti pada jarak tempuh saja, hambatan justru berlanjut dalam biaya hidup yang harus ditanggung sehari hari.
Selain jarak dan tempat tinggal, transportasi juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan sebagian anak untuk tidak melanjutkan pendidikan setelah SMP.
Keterbatasan akses transportasi membuat perjalanan menuju sekolah lanjutan menjadi sulit untuk ditempuh. Sekolah yang paling dekat dari mess adalah SMPN 5 Manggar, yang cukup dijangkau dengan jalan kaki.


Komentar